Menawarkan jasa di bidang fotografi. Jasa tersebut meliputi foto prewed, prewedding, foto booth, foto keluarga dll.
Sabtu, 22 Desember 2018
Analisis berita yang melanggar kode etik jurnalistik
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta, Puadi, mengatakan perkara pelanggaran kampanye yang dilakukan Caleg Partai Gerindra di daerah pemilihan 10 Jakarta Barat, Mohammad Arief, turut melibatkan Kepala Sekolah SMP 127, Kebon Jeruk, yaitu Mardianah.
Sebab, Arief melakukan pelanggaran berupa pembagian bingkisan berisi sarung dan stiker kampanye untuk memilihnya dalam pertemuan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika dan Seni Budaya di SMP 127 pada 3 Oktober 2018.
"Dia itu kan kampanye di tempat pendidikan dan kemudian dia juga melibatkan ASN kepala sekolah SMP 127. Ini temuan masyarakat yang melapor dan diproseslah penyelidikan selama 14 hari," kata Puadi saat dihubungi, Jumat (23/11/2018).
Analisis Berita
pers seharusnya tunduk dan patuh kepada Kode Etika Jurnalistik. Namun masih banyak pelanggaran KEJ yang dilakukan pers, salah satu pers yang melakukan pelanggran adalah Kompas.com.
Dari berita yang dimuat dengan judul,Kepala Sekolah SMP 127 Diduga Langgar Kode Etik ASN pada Kasus Kampanye Caleg Gerindra Ditemukan hal-hal yang menyangkut pelanggaran KEJ. Pelanggaran ditemukan dalam konten berita tersebut.
Mardianah pun diduga telah melakukan pelanggaran kode etik sebagai aparatur negeri sipil (ASN). Selanjutnya, Bawaslu Jakarta Barat bersurat terkait dugaan tersebut ke Komisi ASN, dengan tembusan ke Bawaslu RI, Bawaslu Provinsi DKI Jakarta, Biro Kepegawaian Daerah (BKD), Wali Kota Jakarta Barat, dan Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat Wilayah II.
"Sementara dugaan pelanggaran kode etik ASN (dilakukan oleh) ibu Mardianah. Bawaslu Jakarta Barat merekomendasikan indikasi pelanggaran ke KASN," kata Puadi.
"Sanksi pidananya tidak bisa kami duga, jadi kesalahannya adalah sifatnya. Ia melanggar Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara sehingga yang dikenakan hanya kode etik," kata Oding pada 10 Oktober.
Jumat, 21 Desember 2018
Festival Dokumenter Budi Luhur 2018
Jakarta, Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM), Universitas Budi Luhur (UBL) menyelenggarakan kembali agenda tahunan yaitu Festival Dokumenter Budi Luhur 2018. Ajang kompetisi film dokumenter ini terbagi menjadi tiga jenis dokumenter yaitu Dokumenter Pendek, Dokumenter Panjang dan Dokumenter 60 Detik, dengan kategori Pelajar, Mahasiswa dan Umum.
Tahun ini Festival Dokumenter Budi Luhur 2018 mengusung kembali tema “Kearifan lokal” dengan tingkat Asia Tenggara Hadir dengan konsep yang lebih luas dan tersegmentasi. Film menceritakan subjek atau objek kearifan lokal baik berkaitan dengan sosial, budaya, adat, lingkungan/alam, pendidikan, kesenian, ekonomi masyarakat maupun pemikiran ke depan sebagai bentuk atau upaya keberlangsungan kearifan lokal dimasyarakat.
Kompetisi ini merupakan penyelenggraan tahun ke-5 dan bersifat Internasional dan telah terkumpul total 300 karya dokumenter dari peserta. Festival Dokumenter Budi Luhur tahun ini terdiri dari pre-event yaitu Screening Karya Pemenang FDBL 2017 yang lalu terselenggara di Perpustakaan Nasional. Dalam rangka mendorong partisipan peserta dari berbagai Negara panitia menyelenggarakan Roadshow di beberapa tempat yaitu Solo, Yogyakarta, Bengkulu dan Mamuju. Festival Dokumenter Budi Luhur juga mengadakan Workshop mengenai film dokumenter di Universitas Budi Luhur. Rangkaian Festival Dokumenter Budi Luhur selanjutnya yaitu screening nominasi karya terbaik juga di selenggarakan di Universitas Budi Luhur.
Sebelum masuk ke tahap 10 besar atau film masuk dalam Screening, para peserta harus berjuang dari kurasi film oleh juri Independent. Sebanyak 113 karya kategori mahasiwa, 77 kategori pelajar, 57 kategori umum, 6 kategori dokumenter panjang, 47 kategori 60 Detik akan diseleksi menjadi 10 besar. Kemudian 10 karya terbaik ini akan dipilih menjadi 5 besar dan nantinya akan kembali diseleksi menjadi juara 1,2, dan 3 oleh juri utama. Juri utama dalam ajang besar ini yaitu Priadi Soefjanto (Fotografer Professional), Gerzon Ayawaila (Guru besar IKJ), Dandhy Laksono (pendiri Watchdoc), IGP Wiranegara (juri FFI dan Eagle Documentary Award), Tonny Trimarsanto (pendiri rumah dokumenter), Naratama Rukmanda (Creative Director VOA), Serta juri tamu Lulu Ratna (co-founder Film Festival Consultant & Short Film Outreach Programmer).
Tahun ini Festival Dokumenter Budi Luhur 2018 mengusung kembali tema “Kearifan lokal” dengan tingkat Asia Tenggara Hadir dengan konsep yang lebih luas dan tersegmentasi. Film menceritakan subjek atau objek kearifan lokal baik berkaitan dengan sosial, budaya, adat, lingkungan/alam, pendidikan, kesenian, ekonomi masyarakat maupun pemikiran ke depan sebagai bentuk atau upaya keberlangsungan kearifan lokal dimasyarakat.
Kompetisi ini merupakan penyelenggraan tahun ke-5 dan bersifat Internasional dan telah terkumpul total 300 karya dokumenter dari peserta. Festival Dokumenter Budi Luhur tahun ini terdiri dari pre-event yaitu Screening Karya Pemenang FDBL 2017 yang lalu terselenggara di Perpustakaan Nasional. Dalam rangka mendorong partisipan peserta dari berbagai Negara panitia menyelenggarakan Roadshow di beberapa tempat yaitu Solo, Yogyakarta, Bengkulu dan Mamuju. Festival Dokumenter Budi Luhur juga mengadakan Workshop mengenai film dokumenter di Universitas Budi Luhur. Rangkaian Festival Dokumenter Budi Luhur selanjutnya yaitu screening nominasi karya terbaik juga di selenggarakan di Universitas Budi Luhur.
Sebelum masuk ke tahap 10 besar atau film masuk dalam Screening, para peserta harus berjuang dari kurasi film oleh juri Independent. Sebanyak 113 karya kategori mahasiwa, 77 kategori pelajar, 57 kategori umum, 6 kategori dokumenter panjang, 47 kategori 60 Detik akan diseleksi menjadi 10 besar. Kemudian 10 karya terbaik ini akan dipilih menjadi 5 besar dan nantinya akan kembali diseleksi menjadi juara 1,2, dan 3 oleh juri utama. Juri utama dalam ajang besar ini yaitu Priadi Soefjanto (Fotografer Professional), Gerzon Ayawaila (Guru besar IKJ), Dandhy Laksono (pendiri Watchdoc), IGP Wiranegara (juri FFI dan Eagle Documentary Award), Tonny Trimarsanto (pendiri rumah dokumenter), Naratama Rukmanda (Creative Director VOA), Serta juri tamu Lulu Ratna (co-founder Film Festival Consultant & Short Film Outreach Programmer).
Minggu, 16 Desember 2018
Dua Bulan Setelah Bencana, Masih Dihantui Bayang Tsunami Palu
Palu - DUA bulan sudah berlalu, tetapi bayangan tsunami Palu masih menghantui Ignatius Sesar setiap kali ia akan memejamkan mata untuk tidur. "Kalau malam sebelum tidur, biasanya terbayang," kata Sesar kepada Tempo, Kamis malam, 21 November 2018. Ia teringat bagaimana harus bergantungan di tiang menahan terjangan air bah setinggi tiga meter.
Sesar masih ingat kejadian di hari naas itu. Jumat, 28 September 2018, ia sedang rapat bersama koleganya di pinggir pantai Talise, di Jalan Kampung Nelayan. Ceritanya, Sesar menjadi panitia lomba renang teluk untuk Fetival Nomoni.
Di tengah rapat, gempa mengguncang Palu. Sesar dan kawan-kawannya panik. Lindu pertama ini hanya berlangsung sesaat. Begitu berhenti, Sesar bergegas ke tempat parkir untuk menyelamatkan mobilnya.
Gelombang menghantam, lima detik setelah menginjak lantai restoran. Kedua kakinya menjepit panggangan ikan dari bata berlapis ubin. Ia mampu bertahan hingga gelombang ketiga melepas jepitan. Sesar terseret ke arah laut.
Sesar masih ingat kejadian di hari naas itu. Jumat, 28 September 2018, ia sedang rapat bersama koleganya di pinggir pantai Talise, di Jalan Kampung Nelayan. Ceritanya, Sesar menjadi panitia lomba renang teluk untuk Fetival Nomoni.
Di tengah rapat, gempa mengguncang Palu. Sesar dan kawan-kawannya panik. Lindu pertama ini hanya berlangsung sesaat. Begitu berhenti, Sesar bergegas ke tempat parkir untuk menyelamatkan mobilnya.
Gelombang menghantam, lima detik setelah menginjak lantai restoran. Kedua kakinya menjepit panggangan ikan dari bata berlapis ubin. Ia mampu bertahan hingga gelombang ketiga melepas jepitan. Sesar terseret ke arah laut.
Materi yang dipahami selama perkuliahan
Karakter jurnalistik online
Immediacy (Kesegeraan)
Dalam online, memungkinkan untuk memperbarui suatu berita, showbiz, dan halaman lain secara serentak dan berkali-kali untuk memberikan informasi terbaru. Kesegeraan memberikan fleksibilitas sebagai alat yang ampuh, khususnya untuk breaking news.
Multiple Pagination (Banyak Halaman)
Memberikan akses sebebas-bebasnya mengenai page (halaman) untuk suatu informasi atau banyak informasi.
Multimedia (Banyak Media)
Dalam online, ia menawarkan bervariasi tingkatan muai dari teks, suara, grafis, animasi grafis, dan gambar bergerak. Multimedia dapat memberikan banyak teksture dalam jurnlisme. Seperti contoh, kita dapat membaca berita sekaligus menikmati sajian gambar atau musik secara online.
Flexible Delivery Platforms (Alat Pengiriman yang Fleksibel)
Suatu penyedia berita mampu membuat suatu berita dan dipublikasikan dalam situs beritanya, lalu dapat memasukannya ke database atau mengirikannya ke layar ponsel. Sekali mendapatkan berita, kkita mampu mendapatkan berita dengan banyak dan berbagai cara serta menampilkannya dalam berbagai alat atau perangkat. Hal ini memperjelas bahwa wartawan mampu menulis dan membagikan berita kapan saja dan di mana saja.
Archiving (Terarsipkan)
Publikasi suatu berita dalam situs berita sangat efektif sebagai lahan pengarsipan. Suatu berita yang dipublikasikan dapat sekaligus terarsipkan dan yang terpenting adalah mudah sekali untuk dicari kembali.
The Relationship with the Reader (Hubungannya dengan Pembaca)
Online hadir tidak sebagai media satu arah. Pola konsumsi ditentukan oleh pembaca, bukan pemilik media. Pembaca menentukan berita mana atau informasi mana yang ia suka dan ingin baca, sehingga menunjukkan data yang dapat dijadikan pertimbangan media. Interaktivitas pembaca pun dapat dilakuka melalui pengiriman saran atau kritik melalui email penyedia berita atau memasukannya ke kolom komentar sebagai refleksi baik bagi penyedia berita maupun para pembaca lain. Pembaca juga dapat menjadi pemberi berita melalui berbagai cara seperti penulisan informasi di kolom komentar atau menuliskan berita dengan berbagai cara secara online. Pembaca pun dapat menjadi gatekeeper bagi para wartawan dari hasil berita yang dipublikasikannya.
Linkage
Berita media mainstream hanya akan menunjukkan suatu berita. Untuk mengakses berita lain yang masih berhubungan tentunya butuh usaha lain seperti membaca media lain atau berita terdahulu. Online akan memberikan tautan (link) atau mengantarkan pembaca menuju berita lain yang berhubungan dengan mudah.
Immediacy (Kesegeraan)
Dalam online, memungkinkan untuk memperbarui suatu berita, showbiz, dan halaman lain secara serentak dan berkali-kali untuk memberikan informasi terbaru. Kesegeraan memberikan fleksibilitas sebagai alat yang ampuh, khususnya untuk breaking news.
Multiple Pagination (Banyak Halaman)
Memberikan akses sebebas-bebasnya mengenai page (halaman) untuk suatu informasi atau banyak informasi.
Multimedia (Banyak Media)
Dalam online, ia menawarkan bervariasi tingkatan muai dari teks, suara, grafis, animasi grafis, dan gambar bergerak. Multimedia dapat memberikan banyak teksture dalam jurnlisme. Seperti contoh, kita dapat membaca berita sekaligus menikmati sajian gambar atau musik secara online.
Flexible Delivery Platforms (Alat Pengiriman yang Fleksibel)
Suatu penyedia berita mampu membuat suatu berita dan dipublikasikan dalam situs beritanya, lalu dapat memasukannya ke database atau mengirikannya ke layar ponsel. Sekali mendapatkan berita, kkita mampu mendapatkan berita dengan banyak dan berbagai cara serta menampilkannya dalam berbagai alat atau perangkat. Hal ini memperjelas bahwa wartawan mampu menulis dan membagikan berita kapan saja dan di mana saja.
Archiving (Terarsipkan)
Publikasi suatu berita dalam situs berita sangat efektif sebagai lahan pengarsipan. Suatu berita yang dipublikasikan dapat sekaligus terarsipkan dan yang terpenting adalah mudah sekali untuk dicari kembali.
The Relationship with the Reader (Hubungannya dengan Pembaca)
Online hadir tidak sebagai media satu arah. Pola konsumsi ditentukan oleh pembaca, bukan pemilik media. Pembaca menentukan berita mana atau informasi mana yang ia suka dan ingin baca, sehingga menunjukkan data yang dapat dijadikan pertimbangan media. Interaktivitas pembaca pun dapat dilakuka melalui pengiriman saran atau kritik melalui email penyedia berita atau memasukannya ke kolom komentar sebagai refleksi baik bagi penyedia berita maupun para pembaca lain. Pembaca juga dapat menjadi pemberi berita melalui berbagai cara seperti penulisan informasi di kolom komentar atau menuliskan berita dengan berbagai cara secara online. Pembaca pun dapat menjadi gatekeeper bagi para wartawan dari hasil berita yang dipublikasikannya.
Linkage
Berita media mainstream hanya akan menunjukkan suatu berita. Untuk mengakses berita lain yang masih berhubungan tentunya butuh usaha lain seperti membaca media lain atau berita terdahulu. Online akan memberikan tautan (link) atau mengantarkan pembaca menuju berita lain yang berhubungan dengan mudah.
Minggu, 09 Desember 2018
DREAMS
Saya ingin menjadi seorang fotografer, saya ingin menikmati seni melukis cahaya, saya ingin belajar fotografi, saya ingin mengabadikan lukisan semesta, saya ingin menjadi seorang fotografer, berdecak dalam sinar dan dimensi waktu, saya ingin belajar fotografi, karena saya hanya ingin menikmati seni, saya ingin menjadi seorang fotografer, bukan untuk komersil atau pendapatan sampingan, saya hanya ingin belajar fotografi, tolong sahabat senior jangan anggap saya saingan..
Saya sangat ingin mengetahui dunia fotografi, karena muncul hasrat tersendiri dari dalam diri, saya begitu ingin belajar fotografi, yang saya perlukan adalah sebuah kamera, saya tertarik dengan dunia fotografi, merah hijau biru menjadi satu, saya rindu cita rasa seni fotografi, saya bermimpi dapat membeli sebuah kamera..
Saya benar-benar berminat memulai pelajaran fotografi, mohon tanggalkan rantai dan bola besi ini, saya sungguh-sungguh ketika berkata ingin menjadi seorang fotografer, karena memang benar saya menginginkannya, belaian citra halus selembut sutra hingga kuat setajam belati telah menghanyutkan saya dalam hasrat seni dan saya ingin menjadi seorang fotografer, tapi saya butuh sebuah kamera..
Saya ingin dunia fotografi masuk kealam bawah sadar saya, sehingga kelak saya mampu membeli kamera, saya ingin belajar fotografi, titik embun dan asap kabut telah membalut kelenjar saya, begitu saya mengulang-ulang kata bahwa saya ingin menjadi seorang fotografer adalah samasekali bukan teknik SEO atau teknik apapun karena saya memang benar ingin menjadi soerang fotografer..
Saya sangat ingin mengetahui dunia fotografi, karena muncul hasrat tersendiri dari dalam diri, saya begitu ingin belajar fotografi, yang saya perlukan adalah sebuah kamera, saya tertarik dengan dunia fotografi, merah hijau biru menjadi satu, saya rindu cita rasa seni fotografi, saya bermimpi dapat membeli sebuah kamera..
Saya benar-benar berminat memulai pelajaran fotografi, mohon tanggalkan rantai dan bola besi ini, saya sungguh-sungguh ketika berkata ingin menjadi seorang fotografer, karena memang benar saya menginginkannya, belaian citra halus selembut sutra hingga kuat setajam belati telah menghanyutkan saya dalam hasrat seni dan saya ingin menjadi seorang fotografer, tapi saya butuh sebuah kamera..
Saya ingin dunia fotografi masuk kealam bawah sadar saya, sehingga kelak saya mampu membeli kamera, saya ingin belajar fotografi, titik embun dan asap kabut telah membalut kelenjar saya, begitu saya mengulang-ulang kata bahwa saya ingin menjadi seorang fotografer adalah samasekali bukan teknik SEO atau teknik apapun karena saya memang benar ingin menjadi soerang fotografer..
Minggu, 02 Desember 2018
Analisis SWOT
STRENGTHS (Kekuatan)
-Memiliki studio yang mutakhir,di lokasi yang strategis.
-Fotografer handal yang menguasai fotografi dengan baik.
-Memiliki kamera tercanggih yang dapat menghasilkan gambar yang bagus.
-Pelayanan yang ramah,dekat dengan pelanggan,dan selalu siap saat diperlukan.
WEAKNESSES (Kelemahan)
-Tenaga Fotografer yang kurang,sehingga permintaan pelanggan sering ditolak pada beberapa kasus.
-Ada beberapa peralatan yang belum begitu lengkap di studio,seperti software pengolah gambar yang sering error,maupun kamera yang jumlahnya kurang.
-Listrik yang sering mati di sekitar studio,menggangu operasional.Artinya,kami belum dapat memiliki genset sendiri.
OPORTUNITIES (Peluang)
Masyarakat sekarang sudah banyak yang doyan pada dokumentasi pribadi maupun keluarga,sehingga peluang dalam bisnis ini semakin besar dari waktu ke waktu.
Setiap ada event,kami selalu dipanggil untuk mengabadikan moment tersebut.Dengan itu,kami semakin sadar akan besarnya peluang yang ada,dan kami pun berusaha memaksimalkan pelayanan kepada mereka.
Threats (Ancaman)
Persaingan di dunia usaha yang semakin ketat,menyebabkan pangsa pasar kami menurun.
Lagi pula,dewasa ini orang sudah memiliki kamera maupun alat potret pribadi lainnya.Sehingga mereka kadang tidak terlalu membutuhkan jasa kami.Di samping itu,orang juga sudah menguasai olah foto sendiri di komputer masing-masing dengan software yang sangat beragam dan mudah diperoleh.
-Memiliki studio yang mutakhir,di lokasi yang strategis.
-Fotografer handal yang menguasai fotografi dengan baik.
-Memiliki kamera tercanggih yang dapat menghasilkan gambar yang bagus.
-Pelayanan yang ramah,dekat dengan pelanggan,dan selalu siap saat diperlukan.
WEAKNESSES (Kelemahan)
-Tenaga Fotografer yang kurang,sehingga permintaan pelanggan sering ditolak pada beberapa kasus.
-Ada beberapa peralatan yang belum begitu lengkap di studio,seperti software pengolah gambar yang sering error,maupun kamera yang jumlahnya kurang.
-Listrik yang sering mati di sekitar studio,menggangu operasional.Artinya,kami belum dapat memiliki genset sendiri.
OPORTUNITIES (Peluang)
Masyarakat sekarang sudah banyak yang doyan pada dokumentasi pribadi maupun keluarga,sehingga peluang dalam bisnis ini semakin besar dari waktu ke waktu.
Setiap ada event,kami selalu dipanggil untuk mengabadikan moment tersebut.Dengan itu,kami semakin sadar akan besarnya peluang yang ada,dan kami pun berusaha memaksimalkan pelayanan kepada mereka.
Threats (Ancaman)
Persaingan di dunia usaha yang semakin ketat,menyebabkan pangsa pasar kami menurun.
Lagi pula,dewasa ini orang sudah memiliki kamera maupun alat potret pribadi lainnya.Sehingga mereka kadang tidak terlalu membutuhkan jasa kami.Di samping itu,orang juga sudah menguasai olah foto sendiri di komputer masing-masing dengan software yang sangat beragam dan mudah diperoleh.
Langganan:
Postingan (Atom)
Analisis berita yang melanggar kode etik jurnalistik
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta, Puadi, mengatakan perkara pelanggaran kampanye yang dilakukan...